Harga Cabai Turun Rp 20.000

Penjual cabai di pasar tradisional Gresik (Foto : Rezereno)

GRESIK (netralitas.com) - Setelah mengalami lonjakan harga cabai rawit di pasar tradisional Gresik, Jawa Timur, sejak lima hari lalu, kini harga berangsur turun. Namun, penurunan ini tidak diikuti oleh harga cabai merah besar justru naik.

Pantauan netralitas.com dilapangan, Rabu (11/1), pedagang cabai di pasar Kota Gresik menjual cabai rawit Rp 80.000 per kilogram yang sebelumnya Rp 100.000 per kilogram.

Isnawati, pedagang cabe di Pasar tradisional Kota Gresik, menutur harga cabai rawit sejak 3 hari terakhir mulai turun.

“Sementara harga terbalik dari harga cabe rawit, bila cabe rawit harganya turun tapi harga cabe merah besar justru naik,” katanya.

"Tidak stabilnya harga cabai seperti saat ini, membuat jumlah pembeli cabai menurun. Karena, pembeli yang biasanya membeli 1 Kg, kini rata-rata hanya beli setengah bahkan seperempat. Bahkan ada juga pembeli yang hanya beli Rp 5.000, ya terpaksa juga saya layani daripada mereka lari ke penjual lain," ungkapnya.

Sedangkan, untuk cabe yang masih hijau, harga perkilonya juga turun. Bila sebelumnya tembus diharga Rp 80.000 per kilogram, mulai kemaren harganya terus turun.

Putri pembeli cabai  mengatakan naiknya harga cabai dalam sepekan terakhir ini membuat masyarakat resah, karena harga cabai melebihi harga daging.

“Masak harga cabe naik terus, ngalah ngalahi (Mengalahkan, red) harga daging,” keluhnya.

"Karena mahal terpaksa, saya membelinya ya secukupnya saja. Sebab, cabai dalam setiap harinya tetap saya perlukan untuk keperluan dapur," tukasnya.

baca:Jokowi: Harga cabai naik masih wajar

Penulis : Rezereno

BERITA TERKAIT

Komentar