Hubungan CSR dengan ComDev, Filantrofi dan PKBL

Hubungan antara CSR, PKBL dan TJSL (Foto : ist)

Disusun oleh: Maria R. Nindita Radyati, Ph.D, Dip.Cons. Dip.PM, Cert.IV IRM

Apa perbedaan CSR dan Community Development (Comdev)?

Community Development (Pengembangan Komunitas) adalah kegiatan membantu komunitas di luar perusahaan untuk meningkatkan kapasitas dalam mengatasi persoalan dan memanfaatkan peluang, menemukan kesamaan kepentingan dan menyeimbangkan kepentingan yang mungkin bertentangan (Frank dan Smith, 1999).

CSR adalah tindakan organisasi untuk bertanggung-jawab atas dampak dari keputusan dan aktivitas terhadap masyarakat dan lingkungan hidup dengan cara yang transparan dan beretika (ISO 26000). 

Jadi Community Development merupakan bagian dari CSR. Dalam ISO 26000, Community Development hanya salah satu bagian dari tujuh subyek utama ruang-lingkup SR. Kegiatan CSR ditujukan untuk pemangku-kepentingan di dalam perusahaan (seluruh karyawan) dan di luar perusahaan (komunitas). 

Apa perbedaan CSR dan Filantrofi?

Filantrofi adalah bentuk “memberikan kembali” kepada masyarakat secara suka-rela dalam bentuk sumbangan waktu dan uang, misalnya sumbangan kepada organisasi pendidikan, seni, musium, orkestra, lingkungan hidup, lembaga orang cacat (Ferrel et al. 2000; Caroll, 2001; Lantos, 2002).

Jadi filantrofi adalah bagian kecil dari CSR, dan pada umumnya ditujukan untuk masyarakat di luar perusahaan. CSR ditujukan untuk pemangku-kepentingan di dalam dan di luar perusahaan.

Apa beda CSR dan PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan)?

PKBL adalah program yang diwajibkan oleh pemerintah Indonesia untuk seluruh perusahaan BUMN (Badan Usaha Milik Negara), yang diatur dalam Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) No. KEP-236/MBU/2003 dan yang terakhir Peraturan Menteri BUMN No PER-09/MBU/07/2015.

Menurut Keputusan tersebut seluruh BUMN wajib menyisihkan dana dari laba bersih setiap tahun maksimal sebesar 4%. Dana tersebut maksimal 2% untuk kegiatan Program Kemitraan (PK), berupa pinjaman lunak (bunga rendah) untuk UKM (Usaha Kecil Menengah); dan maksimal 2% untuk program Bina Lingkungan (BL), yang ditujukan untuk masyarakat luas, misalnya dalam bidang pendidikan: memberi bea siswa; pembangunan rumah ibadah; penanaman pohon; community development (pengembangan masyarakat); sumbangan bencana; dll.

PKBL: berfokus pada menciptakan proyek/program CSR untuk pemangku-kepentingan hanya di luar perusahaan

CSR: berfokus pada pemangku-kepentingan di dalam dan di luar perusahaan

PKBL: sumber dana diambil dari prosentasi laba

CSR: sumber dana dapat diambil dari laba dan biaya operasional

PKBL: merupakan kepatuhan pada hukum/peraturan

CSR: melampaui kepatuhan hukum dan peraturan

PKBL: wajib dilakukan oleh perusahaan BUMN 

CSR: dilakukan oleh perusahaan swasta (Perseroan Terbatas)

PKBL merupakan salah satu bagian dari CSR. 

Baca juga: Definisi CSR dan ISO 26.000

Baca jugaruang-lingkup-dan-manfaat-csr

Penulis : dan

BERITA TERKAIT

Komentar