Ketua Menteri Sarawak Meninggal, Gubernur Kalbar Berduka

Ketua Menteri Sarawak, Federasi Malaysia, Datuk Adenan Satem di Institut Jantung Negara (IJN) Hospital Umum Sarawak di Kota Samarahan, pukul 13.20 waktu Sarawak, Rabu (11/1). (Foto : ist)

KUCHING (Netralitas.com) – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Cornelis menyampaikan ucapan berdukacita atas meninggal dunia Ketua Menteri Sarawak, Federasi Malaysia, Datuk Adenan Satem (72 tahun) di Institut Jantung Negara (IJN) Hospital Umum Sarawak di Kota Samarahan, pukul 13.20 waktu Sarawak, Rabu (11/1).

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Yusniarsyah, Rabu (11/1), mengatakan, ucapan duka dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, karena bertetangga langsung dengan Negara Bagian Sarawak, Federasi Malaysia.

Menurut Syarif Yusniarsyah, kendatipun lain negara, tapi Provinsi Kalimantan Barat dan Negara Bagian Sarawak, masih dalam satu pulau, yakni Pulau Kalimantan yang di kalangan dunia internasional dikenal dengan Pulau Borneo.

Setiausaha Akhbar kepada Ketua Menteri, Ambrose Cheng sebagaimana dikutip Utusan Malaysia.com, memberitahu, pengumuman tentang meninggal dunia Adenan dibuat Timbalan Ketua Menteri, Datuk Amar Abang Johari Tun Openg dalam sidang akhbar di Wisma Bapa Malaysia, di Kuching, pada pukul 15.30 petang, Kamis (11/1).

Adenan yang bakal menyambut hari kelahirannya yang ke-73 pada 27 Januari  2017, meninggalkan seorang isteri, Puan Sri Jamilah Anu dan lima anak.

Perdana Menteri Federasi Malaysia, Datuk Najib Razak, turut pula menyatakan dukacita yang mendalam atas kepergian Datuk Adenan Satem akibat serangan penyakit jantung.

Datuk Najib Razak, mengatakan, Federasi Malaysia kehilangan salah satu putera terbaiknya yang selama menjadi Ketua Mentri Sarawak, dinilai sangat berwibawa.

Adenan mengambil alih jabatan Ketua Menteri Sarawak dari Tan Sri Taib Mahmud pada 2014. Memulai karir politik tahun 1979, saat memengani Pilihan Raya Kecil Dewan Undangan Negeri (DUN) Muara Tuang, Sarawak.

Adenan Satem dari Suku Dayak Melanau, mengekalkan kursi DUN dalam enam Pilihan Raya (Pemilihan Umum) negeri berikutnya sebelum memenangi Pilihan Raya Parlimen ke-11 bagi wilayah Batang Sadong.

Selanjutnya Adenan Satem memenangi Pilihan Raya parlemen, dan dilantik sebagai Menteri Sumber Asli dan Alam Sekitar di peringkat persekutuan pada 2004 sebelum kembali ke arena politik Sarawak untuk bertanding pilihan raya negeri pada 2006 dan memenangi kursi DUN Tanjung Datu.

Adenan Satem dilantik sebagai Penasihat Khas kepada Ketua Menteri pada 2010, diikuti dengan pelantikan sebagai Menteri Tugas-tugas Khas Sarawak pada 2011 setelah berjaya mengekalkan kerusi DUN Tanjung Datu dalam pilihan raya negeri pada tahun berkenaan.

Sebelum terjun di bidang politik, Adenan pernah berprofesi sebagai wartawan 'Sarawak Tribune', dan kemudian meneruskan studi dalam bidang undang-undang di Adelaide University, Australia.

Penulis : Aju

Editor : Danang J Murdono (danangjm@netralitas.com)

BERITA TERKAIT

Komentar