Ramos Horta: Tantangan Timor Leste Makin Berat

Ramos Horta (Foto : Ist)

DILI--Membicarakan Timor Leste, peran José Ramos Horta tak bisa diabaikan baik sebelum maupun pasca kemerdekaan. Peraih nobel perdamaian tahun 1996 kelahiran Dili, 26 Desember 1949 ini pun telah menduduki berbagai posisi penting di negara tetangga tersebut.

Ia merupakan Presiden Timor Leste kedua sejak merdeka dari Indonesia pada 2002. Ia menduduki jabatan itu mulai 20 Mei 2007 hingga 20 Mei 2012. Selanjutnya, Taur Matan Ruak menggantikan posisi dirinya.

Sebelum menjadi presiden, Horta menjabat Perdana Menteri mulai 8 Juli 2006 hingga 20 Mei 2007 dan menteri luar negeri sejak kemerdekaan Timor Leste hingga mengundurkan diri pada 2006.

Pada 11 Februari 2008, kelompok pemberontak Mayor Alfredo Reinado menyerang kediamannya dan mengakibatkan Horta terluka parah. Sejak kejadian itu, Horta dirawat di Rumah Sakit Royal Darwin dan kembali lagi ke Timor Leste pada 17 April 2008.

Belum lama ini, Michael Morra, koresponden media Selandia Baru Newshub mewawancarai Ramos Horta. Pandangannya masih tetap kritis dan tajam-namun tetap obyektif-terhadap kebijakan pemerintah yang ia nilai tidak memihak rakyat Timor Leste. Ia pun banyak memberi masukan kepada otoritas yang akan memerintah hingga 2017. Berikut Petikan wawancara yang diturunkan di www.newshub.co.nz Sabtu (12/3):

Michael: Setelah merdeka, mayoritas pembangunan Timor Leste didanai dari hasil  minyak. Bagaimana anda melihat cadangan minyak yang terus berkurang mengancam negara anda?

Jose Ramos: Memang ada berbagai kemungkinan tentang situasi keuangan dan ekonomi yang sulit. Namun sejak kami merdeka (14 tahun yang lalu). Kami telah banyak melakukan kemajuan. Sebagian memang masih dalam proses pembangunan dan kami menghadapi tantangan yang berat ke depan seiring berkurangnya cadangan minyak kami.

Michael: Tapi banyak pandangan bahwa pemerintah saat ini dinilai boros?

Ramos Horta: Itu masalahnya.

Michael: Ada kecenderungan bahwa pemerintah tidak efisien dalam pembelanjaan infrastruktur dan hal-hal lain. Anda setuju?

Ramos Horta: Dalam hal ini saya memiliki pandangan yang berbeda

Michael:  Bagaimana anda melihatnya?

Ramos Horta: Saya ingin mencontohkan beberapa hal dalam Anggaran Timor Leste (APBN) tahun 2016 seperti pemotongan biaya perjalanan ke luar negeri pejabat pemerintah dan para pegawai negeri sipil, memotong fasilitas yang dinikmati secara eksklusif oleh para menteri dan anggota parlemen, saya juga telah memberikan rekomendasi kepada pemerintah untuk menutup (Close down) enam kedutaan besar. Dalam pandangan saya hal-hal tersebut jika dilakukan akan menghemat anggaran 30 persen.

Michael: Apakah perjalanan dinas tersebut menurut anda sebuah pemborosan?

Ramos Horta: Ya

Michael: Kenapa hal tersebut dilakukan? atau hal ini adalah sebuah kesembronoan dalam penggunaan keuangan?

Ramos Horta: Baik, saya tidak mengatakan hal tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan, namun ketika saya menjabat Presiden Timor Leste, saya pergi ke New York hanya ditemanai 2-3 orang staf saja. Saya menginap di hotel dengan harga kamar 250 US$ per malam. Hal ini membuat anggota keamanan Amerika yang mendampingi saya kaget karena mereka tidak pernah mengalami hal tersebut sebelumnya.  Pemerintahan Sekarang, mereka melakukan kunjungan dengan membawa rombongan 20–30 orang.

Michael: Jadi hal ini menurut anda tidak perlu?

Ramos Horta: Sangat tidak perlu. Kita masih perlu banyak uang untuk melakukan banyak hal di sektor pendidikan, kesehatan dan pelayanan masyarakat.  Seharusnya pemerintah banyak menginvestasikan uang tersebut untuk pembangunan di desa dan swasembada pangan.

Michael: Bagaimana pandangan anda tentang korupsi di pemerintahan saat ini?

Ramos Horta : Memang ada, namun hal tersebut urusan pengadilan untuk menilainya.

Michael : Apakah anda percaya dengan mereka (pengadilan)?

Ramos Horta : Tentu, mereka sudah berhasil menghukum Eks Menteri Kehakiman (Lucia Lobato) atas skandal korupsi dengan hukuman 5 tahun dan Pimpinan Polisi Dili 2 tahun.

Michael : Jadi pesan anda untuk pemerintah sekarang lebih menekankan kepada penghematan anggaran?

Ramos horta : Ya, itu yang paling penting. Namun mereka tidak bisa lakukan hal itu di APBN Timor Leste tahun ini (2016). Saya berharap pada tahun 2017, Pemerintah lebih bisa menyusun anggaran dengan merefleksikan tentang cadangan dan pendapatan dari sektor migas yang berkurang.

Michael : Jika kebijakan tersebut tidak diambil, apakah Timor Leste akan menjadi negara gagal seperti yang diprediksi oleh sebagian kalangan?

Ramos Horta: Kemungkinan itu bisa saja terjadi jika pemerintah tidak melakukan perbaikan-perbaikan kebijakan. Namun anda bisa lihat Timor Leste saat ini. Angka harapan hidup masyarakat 10 tahun yang lalu di bawah 50 tahun, saat ini meningkat menjadi 67. Kematian bayi dapat ditekan hingga setengahnya dari angka sebelumnya. Malaria dan demam berdarah hampir bisa diatasi.

Ketidakberhasilan yang saat ini kami lihat ada di sektor pertanian. Kami masih belum berhasil melakukan swasembada pangan.

Michael: Apakah menurut anda perlu perubahan kepempinan politik mengingat Timor Leste akan menyelenggarakan Pemilu pada tahun 2017?

Ramos Horta: Kita lihat saja Pemilu 2017 nanti karena saya tidak memiliki partai politik.

 

Penulis : Irfan Miswari

Editor : Danang J Murdono (danangjm@netralitas.com)

BERITA TERKAIT

Komentar