Kapolda Tegaskan Lambang BI di Rupiah Bukan Palu Arit

Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan (Foto : Ist)

JAKARTA (netralitas.com) – Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menegaskan, logo Bank Indonesia yang terdapat pada pecahan uang rupiah bukan merupakan gambar palu arit seperti yang dituduhkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Riezieq Shihab. 

Dia mengatakan, polisi tengah melakukan gelar perkara untuk menentukan apakah Habib Riezieq bisa dijadikan tersangka atau tidak. "Padahal BI sudah menyampaikan ada sistem baru pengamanan hologram di uang baru, namanya rectoverso, jadi dua mata sisi itu berbeda tapi apabila diterawang ada lambang BI," kata Iriawan di Mapolda Metro Jaya, Rabu (11/1).

Dia melanjutkan, meski tidak viral polisi beberapa kali sempat mendengar pernyataan Riezieq soal uang bergambar palu arit. Setelah dilaporkan dua pihak ke Mapolda Metro Jaya, polisi kini akan memeriksa saksi, ahli, dan Rizieq. "Kami kenakan Pasal 28 ayat (1) UU ITE, itu ujaran kebencian dan kebohongan. Tapi nanti kami melengkapi bukti itu," katanya.

Seperti diketahui, dalam seminggu terakhir, Habib Rieziq dilaporkan oleh Jaringan Intelektual Muda Anti Fitnah (JIMAF) dan Solidaritas Merah Putih (Solmet). Riezieq dilaporkan karena isi ceramahnya yang menyebut ada logo palu arit pada uang baru yang dikeluarkan Bank Indonesia.

Rizieq sendiri berencana melaporkan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke Mabes Polri terkait logo mirip palu arit pada cetakan uang baru itu. Gubernur BI dan Menkeu dianggap bertanggung jawab karena turut membubuhkan tanda tangan pada uang baru tersebut. Dirinya juga akan melaporkan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dan desainer logo itu.

Penulis : Dan

Editor : Regina Fitri

BERITA TERKAIT

Komentar