Mabes Polri Telusuri Delapan WNI Diduga ISIS

Kepala Bagian Mitra Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono (Foto : Ist)

JAKARTA (netralitas.com) – Mabes Polri terus menelusuri dugaan keterlibatan delapan warga negara Indonesia yang dideportasi Malaysia dalam jaringan Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Kepala Bagian Mitra Divisi Humas Polri Kombes Awi Setiyono mengatakan, saat ini kedepalan orang tersebut tengah menjalani pemeriksaan di Polda Riau. "Tentunya kami akan mendalami apa betul tuduhan dari Malaysia tersebut," ujar Awi di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (11/1).

Awi menjelaskan, mereka dideportasi lantarantertangkap menyimpan gambar lambang ISIS di telepon genggamnya. Namun, dari pemeriksaan sementara, gambar tersebut sudah dihapus dari ponsel salah satu dari mereka atas perintah kepolisian Malaysia.

“Kedelapan orang itu adalah FH (26), ASA (23), AK (28), SA (19), IO (26), MH (25), dan AHP (21), yang dipimpin oleh REH,” tuturnya.

Namun, saat diperiksa polisi Malaysia REH mengaku di mendapatkan gambar tersebut dari grup WhatsApp. Dirinya mengaku telah menghapus gambar tersebut dan dia tidak menyadari bahwa gambar itu masih tersimpan di memori ponselnya.

Kemudian, pihak kepolisian Johor menyimpulkan bahwa delapan WNI tersebut mengamalkan ajaran ahli Sunni Wal Al Jammah. Mereka dianggap tidak mendukung perjuangan ISIS pimpinan Abu Bakr Al Baghdadi.

Adapun, kedelapan orang ini merupakan rombongan dari sebuah pondok pesantren di Sumatera Barat. Tujuan mereka bepergian ke luar negeri dalam rangka kegiatan keagamaan untuk pengembangan madrasah. Mereka sempat ke Kuala Lumpur pada 3 Januari 2017, kemudian ke Thailand.

 

Penulis : Dan

Editor : Regina Fitri ()

BERITA TERKAIT

Komentar