Kebakaran Lembah Seulawah Semakin Mencemaskan

Polisi memeriksa kawasan hutan lindung Lembah Seulawah untuk mencari titik api baru. (Foto : netralitas.com/Murti Ali Lingga)

BANDA ACEH (netralitas.com) - Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Hutan Raya (Tahura) Pocut Meurah Intan, Muhammad Daud, mengatakan kebakaran sepekan di hutan lindung dan lahan semakin meluas dan masih rawan terbakar. Kebakaran terus merambah ke kawasan Pucot Meurah Intan, Saree, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.

Kondisi kering dan cuaca panas semakin mempercepat terjadi kebakaran di kawasan Tahura. Terpantau ada empat titik lokasi kebakaran di kawasan Tahura saja, itu belum termasuk puluhan hektare hutan lindung dan lahan. Jadi kondisinya hingga sekarang belum aman dari bencana kebakaran,” kata Muhammad, Rabu (13/10).

Muhammad mengatakahn bahwa dalam sepekan terakhir kondisi kebakaran semakin memprihatinkan. Hingga sekarang, lahan yang terbakar bertambah mencapai 20 hektar lebih di Tahura Pocut Meurah Intan yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pidie.

Dia menjelaskan, sebagian besar titik api sudah mulai padam, hanya menyisakan kumpulan asap pekat dari bekas kayu-kayu yang terbakar. Namun, kondisi itu belum dikategorikan aman, sebab api bisa saja kembali muncul dan membesar.

Kemarin di beberapa lokasi titik api sudah padam dan hanya menyisakan kumpulan asap. Namun, jelang tengah malam api kembali muncul dan membesar, ujarnya.

Upaya untuk mengantisipasi hal itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar, Polisi Hutan dan anggota TNI/Polri akan tetap siaga di lokasi kebakaran. Mereka juga telah memetakan lokasi agar memudahkan upaya  pemadaman.

Petugas gabungan tetap siaga. Bila memang ada muncul api, bisa segera dipadamkan untuk melokalisir agar tidak menjalar ke lokasi lain dan membentuk titik api baru, tuturnya.

Disebutkannya, penyebab kebakaran hutan di kawasan Lembah Seulawah, tidak hanya karena anomali cuaca tetapi juga faktor kesengajaan dari masyarakat.

“Tempat banyak pengendara yang melintasi jalur Banda Aceh-Medan yang suka membuang putung rokok sembarangan. Ditambah kondisi cuaca panas dan kawasan itu kering sehingga dipastikan menimbulkan api, ungkapnya

Dia juga menduga ada masyarakat yang sengaja membakar lahan saat musim kering, sehingga menyebakan kebakaran hutan lindung hingga sampai ke Tahura.

Faktor lain adalah kesengajaan masyarakat yang memanfaatkan musim kemarau untuk membuka lahan baru. Sehingga kondisi itu sangat rawan terjadinya kebakaran hutan yang lebih besar, jelasnya.

Baca juga:

Lembah Seulawah Dinyatakan Darurat Kebakaran

Kemarau Panjang, Warga Diminta Tak Bakar Hutan

 

Penulis : Murti Ali Lingga

BERITA TERKAIT

Komentar