Siswi Kristen Dipaksa Pakai Jilbab

Nova dan Marlina Sihombing (Foto : netralitas.com/mangasa situmorang)

PEKANBARU (netralitas.com) - Ada istilah "Di mana langit dijunjung disitu bumi dipijak". Artinya: Selagi bumi yang kita injak itu Indonesia seharusnya aturan itu haruslah yang berlaku di Indonesia ini. Bukan "Peraturan Daerah" yang mengkebiri hak asasi seseorang.

Mimik Marlina Sihombing siswi kelas 1 SMP Negeri Peranap Napal Kabupaten Indragiri Hulu Riau  terharu ketika ditanya Rabu (26/10), mengapa pakai jilbab padahal Marlina beragama Kristen. Marlina keberatan kalau dirinya berjilbab ke sekolah dan aturan di sekolah itu wajib ada semacam doa-doa ajaran Islam yang sebelum masuk ke dalam kelas.

"Kami sekolah harus pakai jilbab dan ada semacam doa-doa Islam yang harus diucapkan sebelum ke dalam kelas atau sebelum pelajaran dimulai," katanya. Hal senada juga dituturkan oleh Nova Febrianti kelas 1 SMP Negeri 1 Peranap Napal tidak nyaman atas peraturan yang memaksakan pakaian jilbab untuk seragam sekolah. "Saya kan Kristen, kenapa harus pakai jilbab, sementara jilbab ini kan identik dengan pakaian muslim" ujarnya.

Sementara itu Bapak Guntur sebagai Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Peranap Napal dikonfirmasi lewat selularnya Rabu (26/10), mengakui siswinya itu mewajibkan berjilbab. "Itu aturan sekolah SMP Negeri 1 Peranap Napal, siswi Kristen pun harus berjilbab," katanya. Lanjutnya, "Emang salah kalau siswi Kristen berjilbab? katanya lagi.  "Di mana langit dijunjung disitu bumi dipijak. Maaf saya lagi sibuk," katanya lalu mematikan telepon selulernya. 

Baca juga: siswa-kristen-dilarang-belajar-agama-di-kelas

Baca juga: menolak-masuk-islam-zulfa-akhirnya-tak-naik-kelas

Penulis : Mangasa Situmorang

BERITA TERKAIT

Komentar