Begal Genk Palembang Didor di Gresik

Tiga perampok spesialis nasabah bank ditembak di kaki (Foto : Rezereno)

GRESIK (netralitas.com) - Setelah tiga Minggu melakukan pengintaian, jajaran satuan reserse kriminal (Satreskrim) Polres Gresik, Jawa Timur meringkus komplotan perampok spesialis nasabah bank. Mereka melakukan modus tembak ban kendaraan korbannya dengan paku.

Komplotan perampok itu dikenal dengan Genk Palembang yang dipimpinan Husin (49), warga kelahiran Palembang yang kini tinggal di Kelurahan Mulyorejo Baru Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.

Kapolres Gresik, AKBP Adex Yudiswan, saat gelar perkara di Mapolres, Minggu (1/1) menuturkan, bahwa tiga dari lima komplotan perampok Genk Palembang yang berhasil diamankan jajarannya.

"kami berhasil ringkus, komplotan perampok nasabah bank. Saat mereka sedang melakukan aksi kejahatannya dengan dua di antaranya ditembak kakinya. karena, saat hendak ditangkap melakukan perlawanan dengan mengunakan pisau," ujarnya.

Selain Husin, dua pelaku lain diamankan adalah Angel alias Aceng (35) dan Abdullah (36), yang juga tercatat sebagai warga kelahiran Palembang. Dari tiga orang pelaku itu, hanya Abdullah yang tidak ditembak karena tidak melakukan perlawanan," tutur, Kapolres.

“Dalam kasus ini, ada 5 orang pelaku. Namun, dua pelaku lainnya berhasil kabur dari kejaran anggota kami. Dan saat ini, mereka masih dalam proses pengejaran oleh anggota. Dan saya yakin dalam waktu dekat akan dapat kami tangkap, karena kami sudah mengantongi identitas dan keberadaan keduanya,” tukasnya.

"Saat melakukan aksinya, komplotan ini berhasil membawa uang tunai sebanyak Rp 50 juta milik korbannya yang baru saja diambilnya dari sebuah bank swasta," terangnya.

"Dari tangan ketiga pelaku, kami berhasil menyita uang tunai senilai Rp 4 juta sisa dari hasil kejahatan mereka. Dan barang bukti lainnya, berupa satu unit sepeda motor Yamaha Vixion dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio, yang masih baru dibeli pelaku. Untuk digunakan pelaku dalam menjalankan aksi kejahatannya," tandasnya.

Atas perbuatannta, para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," pungkasnya.

Penulis : Rezereno

Editor : Murizal Hamzah (mh@netralitas.com)

BERITA TERKAIT

Komentar