Usut Zina Bupati Katingan, DPRD Sudah Konsultasi Kapolda & Gubernur

Farida (kiri) dan Endang Susilawati ((kanan) (Foto : Internet)

PALANGKARAYA (netralitas.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan, sudah melakukan konsultasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dan Kepala Polisi Daerah Kalimantan Tengah, Brigjen Pol Anang Revandoko.

 “Konsultasi sudah dilakukan Senin, 9 Januari 2017. Sekarang konsultasi tengah dilakukan dengan Kementerian Dalam Negeri dan Mahkamah Agung,” kata Ignatius Mantir Ledie Nussa, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Katingan, Rabu (11/1/2017).

Konsultasi sebagai tindaklanjut penandatanganan 23 dari 25 anggota DPRD Kabupaten Katingan sebagai hak inisiatif melakukan pemakzulan atau pelengseran Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie (43 tahun), setelah tertangkap basah terlanjang bulat usai berhubungan intim dengan Farida Yeni (34 tahun), Pegawai Negeri Sipil (PNS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mas Amsyar Kasongan, pukul 02.00 WITA, Kamis, 5 Januari 2017.

Polisi Daerah Kalimantan Tengah terhitung Jumat, 6 Januari 2017, telah menetapkan Ahmad Yantenglie – Farida Yeni tersangka zina, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 9 bulan.

Untuk menetapkan keduanya tersangka zina, polisi menyita selimut, seprei dan celana dalam berceceran darah dan cairan sperma karena saat berhubungan intim Farida Yeni tengah menstruasi alias haid alias datang bulan.

Menurut Ignatius, konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Mahkamah Agung, agar DPRD Kabupaten Katingan, tidak salah langkah dalam menjalankan administrasi politik untuk memecat Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie yang baru akan menghabisi masa jabatan periode pertama tahun 2018.

Konsultasi terakhir dengan DPRD Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, karena pernah melengserkan Bupati Garut, Aceng Fikri tahun 2013, karena menikah siri dengan Fany Oktora (18 tahun), tapi empat hari kemudian diceraikan hanya melewati pesan layanan singkat.

Ignatius mengatakan, hasil konsultsi dengan Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran dan Kepala Polisi Daerah Kalimantan Tengah, Brigjen Pol Anang Revandoko, diingatkan untuk tetap menjaga kondusifitas daerah, sehingga masyarakat tidak boleh diperalat melakukan gerakan spontanitas yang bersifaf pro dan kontra

Diungkapkan Ignatius, sebelum konsultasi dengan Gubernur Kalimantan Tengah dan Kepala Polisi Kalimantan Tengah, DPRD Kabupaten Katingan, sudah berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Katingan dan Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Katingan.

Karyadi, anggota DPRD Kabupaten Katingan, salah satu dari 23 penandatangan hak inisiatif, mengatakan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Katingan, Endang Susilawati dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), istri sah Bupati Katingan, Ahmad Yantenglie, tidak ikut menandatangani hak inisiatif, karena tidak hadir saat rapat Senin, 9 Januari 2017.

Demikian pula, Penyang, anggota DPRD Kabupaten Katingan, tidak ikut tandatangan, karena tidak hadir. Sedangkan Untung Surapati, diketahui sudah meninggal dunia, dan sekarang tengah dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW).

“Ini kasus langka, tapi sangat sensitif, sehingga DPRD Kabupaten Katingan, berketetapan untuk lebih arif dan bijaksana di dalam melakukan langkah, agar masyarakat tidak terseret arus pro dan kontra. Tapi kelembagaan wakil rakyat harus cerdas menghadapi kondisi politik yang terjadi, demi kewibawaan Pemerintah Daerah Kabupaten Katingan,” kata Karyadi.

Dikatakan Karyadi, setelah konsultasi dengan Kementerian Dalam Negeri, Mahkamah Agung, DPRD Kabupaten Garut, selanjutnya Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Katingan, membuat kesimpulan untuk diparipurnakan.

 Hasil rapat paripurna DPRD Kabupaten Katingan, disampaikan kepada Mahkamah Agung lewat Gubernur Kalimantan Tengah. Apabila disetujui Mahkamah Agung, berkas dikirim ke Presiden Republik Indonesia, lewat Gubernur Kalimantan Tengah dan Kementerian Dalam Negeri, untuk dikeluarkan surat pemecatan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie.

baca:endang tolak tandatangani usulan pemecatan bupati

Penulis : Aju

BERITA TERKAIT

Komentar