Saling Dorong dan Lempar Tomat, Warnai Aksi PMII di DPRD Jatim

Terjadi adu mulut dan saling dorong, bahkan sedikit terjadi pemukulan (Foto : netralitas.com/a harris)

 

SURABAYA (netralitas.com) Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi di depan Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya, Rabu (11/1). 

Dalam aksinya, para  sempat menggelar Salat Gaib berjamaah sebagai simbol matinya hati nurani pemerintah. ‎Mereka juga membakar replikaa keranda mayat sebagai simbol perlawanan. Bahkan, sempat terjadi aksi dorong antara mahasiswa dan polisi. Hal itu terjadi ketika para demonstran ingin menemui anggota DPRD Jatim. 

Tetapi, hanya 4 anggota DPRD saja yang mau menerima, sementara mahasiswa meminta seluruh anggota DPRD yang membidangi, hingga terjadi adu mulut dan saling dorong, bahkan sedikit terjadi pemukulan.

Bahkan, para demosntran melempar gedung dengan tomat busuk. Tapi ratusan personel polisi yang mesih bersiaga, tetap tak bereaksi. 

Ketua Umum PKC PMII Jawa Timur, Zainuddin mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas kegagalan Jokowi-JK, yang saat Pemilu 2014 lalu mengembar-gemborkan Program Nawa Cita-nya. 

"Sekarang  tarif BBM per 5 Januari lalu naik, semuanya naik. Ini menjadi indikator penting atas kegagalan Jokowi-JK dalam perekonomian." kata Zainudin.

Zainudin juga menyinggung masalah Tax Amnesti, yang menurutnya hanya menguntungkan pengusaha besar. 

"Realitas ini makin menunjukkan bahwa pemerintah telah lama 'berselingkuh' dengan para pemodal dan melahirkan ketimpangan sosial," tegasnya. 

Sementara dalam orasinya, PMII menyampaikan enam tuntutan, yaitu menolak kenaikan BBM, menolak PP Nomor 60/2016, pengendalian harga kebutuhan pokok, mewujudkan ekonomi kerakyatan secaara utuh, pendidikan dan kesehatan murah, dan wujudkan nasionalisasi aset. 

Penulis : A Harris

Editor : Danang J Murdono (danangjm@netralitas.com)

BERITA TERKAIT

Komentar