Pascagempa, Masyarakat Diminta Tidak Khawatir

Titik gempa bumi di Kota Sukabumi, Jawa Barat dan sekitarnya. (Foto : sukabumiupdate.com)

BANDUNG (netralitas.com) –  Masyarakat di sekitar wilayah gempa diminta untuk tidak khawatir terkait dampak gempa maupun potensi gempa susulan. Masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu.

Imbauan itu disampaikan Kepala Stasiun Geofisika  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Tony Agus Wijaya, Senin (12/6).

"Kami mengimbau masyarakat sekitar wilayah gempa bumi tektonik tidak terlalu khawatir atas dampak gempa maupun potensi gempa susulan karena geteran hanya seperti truk lewat," katanya.

Seperti diketahui Gempa bumi berkekuatan 6,3 skala Rrichter (SR) menguncang Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin pagi sekitar pukul 06.15 WIB.

Tony selanjutnya mengatakan, potensi gempa susulan ada, tetapi umumnya kekuatan gempa lebih kecil. Sampai saat ini di sukabumi sendiri belum ada laporan kerusakan dampak hanya seperti truk lewat dekat kita.

"Hingga saat ini belum ada laporan keusakan akibat gema bumi berkekuatan 6,3 SR Wilayah Selatan Jawa Barat," ujarnya seperti dilaporkan antaranews.com.

BMKG Pusat menyebutkan, pusat gempa bumi terletak pada koordinat 8,36 LS- 106,18 BT, tepatnya di laut pada jarak 179 kilometer (km) arah barat daya Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 10 km.

Kemudian dari hasil pemutakhiran analisis BMKG diperoleh hasil bahwa gempabumi tersebut berkekuatan M 5,7 dengan kedalaman 43 km.

Dari alat Acelerograf diketahui penyebab gempabumi akibat aktivitas patahan di dasar laut dekat zona subduksi Lempeng Indo-Australia terhadap Lempeng Eurasia.

Hal tersebut sesuai dengan hasil mekanisme sumber yang menunjukkan terjadinya patahan dengan dominasi pergerakan dalam arah mendatar.

Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan BMKG dan laporan dari masyarakat menunjukkan bahwa di Bogor, Sukabumi, Pengalengan, Pelabuhan Ratu dan Lebak mengalami guncangan pada skala intensitas II SIG BMKG (III MMI).

Yang artinya guncangan gempabumi ini dirasakan oleh banyak orang, tetapi tidak sampai menimbulkan kerusakan. Sedangkan untuk Jakarta, Depok dan Bekasi mengalami guncangan dengan intensitas lebih kecil yaitu I SIG-BMKG (II MMI).

 

Penulis : Norman Meoko

BERITA TERKAIT

Komentar